“Geothermal Untuk Indonesia” Indonesia Timur Menuju Kemandirian Energi

Energi geotermal (panas bumi) merupakan energi yang berasal dari dalam buni yang bersifat ramah lingkungan, terbarukan, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pasokan energi geotermal tidak tergantung kepada musim seperti halnya energi matahari dan angin, serta tidak ditentukan oleh pasaran energi dunia seperti energi fosil. Teknologi pemanfaatan geotermal relatif sederhana dan aman. Indonesia telah menguasai teknologi eksplorasi dan pemanfaatan energi panas bumi sejak tiga dekade yang lalu.

Energi geotermal hanya dapat dimanfaatkan di tempat, baik untuk membangkitkan listrik maupun untuk keperluan-keperluan non-listrik. Keberadaannya sebagai energi indigeneous dapat dimanfaatkan untuk membantu daerah tersebut mengurangi ketergantungan pasokan energi dari daerah lain.

Indonesia diberkati dengan kekayaan sumber daya energi geotermal yang besarnya sekitar 28.000 MW (40% total potensi geotermal dunia), yang tersebar di 256 lokasi. Namun demikian hingga saat ini baru sebesar 1.189 Mwe yang telah dimanfaatkan. Wilayah Indonesia bagian timur menyimpan kurang lebih 4.000 MWe, dan baru dimanfaatkan sebesar 60 MWe, yakni untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi Lahendong (Sulawesi Utara).
Berbagai diskusi selama ini telah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang menghambat perkembangan energi geotermal di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah bersama kalangan industri, akademisi dan masyarakat panas bumi Indonesia dengan prakarsa dari Direktorat Jendral  Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral adalah menyusun Kerangka Acuan Kerja Studi Kelayakan Pemanfaatan panas bumi guna mempercepat daerah-daerah mengembangkan potensi geotermal mereka.

Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan Seminar Sehari pada Kamis, 24 Maret 2011 dengan tema . “Geotermal Untuk Indonesia” Indonesia Timur Menuju Kemandirian Energi

Tujuan dari seminar ini adalah untuk merumuskan upaya pemecahan hambatan pembangunan sektor geothermal guna mendukung percepatan pembangunan sektor geothermal guna mendukung percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MWe tahap II, dan yang kedua adalah untuk mensosialisasikan program pembembangan potensi geothermal di kawasan Indonesia bagian timur.

Seminar ini diikuti oleh sekitar 190 orang peserta dan tamu undangan dari pemerintah, akademis, industri dan masyarakat. Dari pemerintah hadir perwakilan dari Dinas ESDM Prov. Bali, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Sementara dari kalangan industri hadir beberapa perusahaan geothermal di antaranya PT Jabar Rekind Geothermal, PT Pertamina Geothermal Energy, PT. Star Energy Geothermal. Dari Perguruan Tinggi diantaranya Universitas Diponegoro, Universitas Soedirman, ITS Surabay, ITB, STTNas Yogyakarta dan UPN Yogyakarta.  Turut hadir perwakilan dari New Zealand Geothermal Scoping Mission yaitu Vince Catherwood dan Dr.  Agung Wicaksono dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan.

Sebagai keynote Speaker adalah Ir. Sugiharto Harsopriyatno, MM (Direktur Pembinaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah, EBTKE) yang mempresentasikan KAK Studi Kelayakaan Pemanfaatan Panasbumi. Hadir pula 4 pembicara lain yaitu  Dr. Monty Girianna (Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan, Bappenas), Bapak Freddy R. Saragih (Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal), Ir. Tjahjo Sasmojo, M.Sc (Direktur Utama PT. PLN Geothermal) serta tim UGM yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan lokal memaparkan pengalamannya tentang aplikasi PLTP Mini di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di daerah Mataloko NTT yang dipresentasikan oleh Drs. Ir. Masjhuri, MM.

Seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam seminar berharap agar seminar ini  dapat menjadi wadah pertemuan dan diskusi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi geothermal di Indonesia ini yang nantinya membuahkan hasil yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara.